Flash Fill – Flash di Siang Bolong, Gilakah, Dungukah?

22 03 2008

Suatu waktu, aku pernah ditertawakan seorang rekan hobi-is fotografi ketika aku menggunakan flash di siang bolong. Flash atau lampu kamera itu ya gunanya untuk alat bantu pencahayaan ketika asupan cahaya alami kurang menguntungkan, atau dalam arti kata lain, membantu memperbaikin pencahayaan (lightning, oops, lighting alami) yang kurang bagus. Oleh karena itu, flash menjadi satu onderdil di kamera yang sering dilupakan orang. Benarkah? Lalu mengapa fotografer profesional (1) ada yang di siang bolong masih saja jeprat-jepret dengan lampu flash yang segede gaban? Supaya yang difoto merasa « difoto » ?

Trik ini saya temukan sendiri ketika saya lagi ada masalah dengan seorang gadis cantik bermata biru lighting seperti terpampang dalam gambar ini. Latar belakang yang terlalu cerah membuat saya frustasi, kalau meteringnya mengacu pada muka orangnya, latar belakang pasti washed out karena over-exposure, kalau pengen latar belakang bagus, ya siap-siap hanya mendapat siluet dari sang model yang ganteng. Akhirnya, saya gunakanlah flash untuk membantu pencahayaan. Hasilnya? Lumayan. Puas, bangga.

dsc_1000s.jpg  dsc_1013s.jpg
Ketika saya tak sengaja membuka situs-situs fotografi porno, kasino, indro, saya temukan istilah flash fill. Wah, ternyata trik ini sudah lazim dan banyak digunakan. Yang diperlukan adalah pengalaman dan kearifan penggunaan flash fill ini.

Kapan flash fill membantu?
Pada cuaca yang cerah, matahari bersinar terang, biasanya wajah seseorang akan tertutup oleh bayangan, misalnya dari topi, atau dari pohon, atau dari muka sang model itu sendiri. Untuk mendapatkan detil model tanpa harus dirisaukan oleh bayangan yang kurang mengenakkan itu, gunakanlah flash fill. Pada kondisi ini, kompensasi eksposur pada kamera (ISO atau putus ASA, bukaan aperture, ataupun shutter speed) tidak menolong, aturlah kekuatan flash fill.

Lalu, apa yang dimaksud flash sync?
Saya juga bingung ketika membaca artikel ini. Intinya, flash itu hanya menyala sepersekian detik (katakanlah 1/10.000 s) tepat pada saat aperture kamera sedang terbuka-terbukanya (apa ya kata yang lebih cocok dan efisien?). Flash sync ini membatasi shutter speed paling tinggi yang bisa diperoleh, otherwise, yang kita dapat adalah gambar yang blackout atau gelap. Mengapa bisa begini? Yang pasti hanya bukan saya yang tahu. Flash sync yang tinggi memungkinkan penggunaan shutter speed yang tinggi pula, yang sangat berguna untuk flash fill di siang bolong. (2). Shutter speed yang tinggi, gunanya jelas, untuk membekukan gambar, atau bahasa inggrisnya, stopping action, intinya sih, agar gambar tidak burem karena objeknya bergerak.

Sekadar trik “glowing letter in the dark”
Rekan saya dari DH beberapa waktu lalu bertanya, bagaimana membuat tulisan dengan sesuatu yang menyala, katakanlah senter atau firework (sok britis buat ngomong kembang api). Coba deh langkah ini, saya ambil dari satu halaman web yang pernah saya baca tapi saya lupa, maaf, semoga tidak dianggap plagiarisme :

  1. Cari tempat gelap, tapi tidak angker
  2. Set eksposur kamera, buat shutter speed rada lama, cukup untuk menulis dengan firework, paling gampang dengan mode manual (semoga ada mode ini, dimana kita bisa mengatur shutter speed dan aperture suka-suka kita, shutter speed bisa dibuat selamanya, itu lebih baik)
  3. Buka (pop-up) flash
  4. Jika anda sendirian (kasian deh lu) gunakan timer, jika tidak, (berarti ada temannya, tapi mesra) minta rekan yang memijit shutter untuk memberi aba-aba jika akan mulai dijepret.
  5. Pegang firework di tangan kanan (kecuali anda kidal, atau buntung) senyum yang manis, kedipkan salah satu mata
  6. Shutter dipencet, flash akan menyalak. Pada saat itulah gambar anda difreeze, lalu tepat sesaat ketika flash sudah mati (sepersekian milidetik kemudian) mulai buat tulisan dengan firework dengan menggerak-gerakkan firework anda. Cahaya terang dari firework dalam kegelapan akan direkam oleh kamera, sementara gelapnya malam tidak akan mengubah terlalu banyak memori gambar yang pertama kali didapat dari hasil bantuan flash

Hasilnya? Saya juga belum pernah mencoba. Semoga berhasil, gutlak. Lebih baik saya membuat siomay, resep terbaru dari mama saya yang belum pernah saya realisasikan daripada mempraktekkan trik bagus ini yang, sayangnya, tidak bisa membuat kenyang.

(1) Entah parameter apa yang bisa mentahbiskan seseorang menjadi fotografer profesional, menurut saya, fotografer yang mendapatkan uang dari hasil jepretannya adalah profesional, terlepas dari penilaian orang terhadap karyanya. Tak jarang fotografer amatir (hobi-is) malah memiliki pengetahuan fotografi dan hasil karya yang lebih menakjubkan dari fotografer profesional atau dalam arti kata lain, ada fotografer profesional yang karyanya masih kalah dibanding hobi-is. Aduh, jadi bingung.

(2) Lagi yang-yangan, sehingga banyak penggunaan kata yang.

Advertisements

Actions

Information

5 responses

4 04 2008
fikri

saya dah pernah nyoba!! :p

4 05 2008
UswaH

Jim……. aku mau dikirimin post card dong?????? he he
pa kabar skarang?gmn kuliah?

18 11 2008
Didi

*blogwalking 🙂
perasaan emang sah sah aja pake flash siang bolong… hehe, iya malah kadang perlu…

3 03 2009
Alexwebmaster

Hello webmaster
I would like to share with you a link to your site
write me here preonrelt@mail.ru

15 08 2014
hana

ngakak bacanya, antara ngebayangin ilmunya sambil baca, 😀 good job

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: