Manusia-manusia Kompleks

16 03 2008

Manusia adalah sesuatu yang sangat kompleks. Dari sekian banyak ke-kompleks-an manusia, bahkan satu orang manusia saja sudah bisa menjadi kompleks. Satu dari sekian banyak pribadi manusia adalah seseorang yang memiliki dua sisi kehidupan yang sangat berbeda dan bertolak belakang. Bertolak belakang dalam artian baik sekaligus jahat, banyak teman sekaligus penyendiri, ramah sekaligus kejam, pemaaf sekaligus pendendam, rendah hati sekaligus « ada yang bilang, sombong, sore ini ». Ada sisi gelap dalam kehidupannya yang riang dan cerah.

dsc_4968.jpg

Banyak lagi. Manusia ini memang aneh, jika ditilik dari sekian banyak hobinya. Dia gemar sekali bermain solitaire. Bukankah arti kata solitaire itu sendiri adalah kesendirian ? Bukan satu atau dua ronde, tapi bisa sampai 8 jam tiada henti ; biasanya hanya diperparah dengan satu buah lagu saja di playlist yang diputar berulang-ulang selama sampai beberapa hari.

Kalau sedang bosan, marah dengan apapun ataupun siapapun, atau emosinya sedang tidak stabil, hal paling lazim yang biasa dia lakukan adalah menghilang. Tempat favoritnya menghilang juga kurang lazim. Ada sebuah kebun binatang di selatan kota, yang hanya dipenuhi oleh ayam, ada juga sebuah kursi panjang dengan tempat sampah di sampingnya; menghadap langsung ke padang ilalang luas yang akhirnya berakhir di genangan air sungai Rhine.

dsc_4943.jpg

Dia suka fotografi; sebuah hobi yang sering terlalu dekat dengan kesabaran dalam kesendirian, kalau tidak terlalu mendramatisasi emosi yang oleh kebanyakan orang dianggap sebagai sesuatu yang sangat biasa.

csc_4954.jpg  dsc_4870.jpg

Sangat disayangkan ketika akhirnya aku harus mengakui, temanku yang satu ini sangat kejam dan jahat. Betapa tidak. Dia adalah seorang selfish dan oportunis sejati. Mungkin karena dia masih muda, mungkin karena golongan darahnya B. Sangat susah diatur, dalam artian tidak mau diatur. Merasa diatur saja membuat dia menghilang selama dua hari wiken ini tanpa alasan yang jelas, meninggalkan tanggung jawabnya, semua, melakukan tindakan yang kurang jelas, tidur di kamar seharian, dan tidak ingin bertemu siapapun. Tak aneh jika ada yang bilang « Dasar sombong », dan itu tidak salah, alias tepat.

Aliran musiknya pun sangat acak. Dia tidak suka musik keras yang dianggap merusak gelombang mikro dalam otak. Orang pasti berdecak kagum ketika dia bisa semalaman mendengarkan hanya Air in G String-nya Bach, atau begitu sombong dengan musik favoritnya, jazz, yang nota bene bermula dari kelas orang pinggiran di AS. Tapi, tak ayal orang akan sedikit bingung dan mungkin mencibir ketika koleksi keroncongnya seabrek, dia kecanduan lagu-lagu Ebiet G Ade dan lagu-lagu lawas dan sangat lawas. Dia sangat suka lagu-lagu yang menggunakan bahasa yang tidak dimengerti bahkan oleh dirinya sendiri, seperti Nadie Me Ama.

Dia terkesan religius, tapi banyak dosa.
Dia anak yang sangat beruntung. Itu yang membuatku tidak habis pikir. Bagaimana tidak. Jalan hidupnya begitu menyenangkan, begitu dimudahkan; meski banyak dosa.

Menulis adalah satu kegemarannya yang paling sangat tidak saya sukai. Betapa tidak, gaya penulisannya aneh, dan sering terlalu tidak bisa dimengerti. Dia suka menggunakan perumpamaan yang tidak jelas maksudnya apa, seperti penggalan berikut ini, yang ditulisnya beberapa tahun lalu:

Ada seekor ikan kecil, sangat kecil, di dalam satu akuarium besar, lebih besar dari semua akuarium lain yang penuh sesak oleh rupa-rupa ikan hias. Aku sengaja bertanya pada sang penjaga, mengapa seekor ikan itu dibiarkan sendirian, sementara di akuarium lain berjejal puluhan ekor ikan sekaligus. Dia menjawab kalau ikan itu sebenarnya tidak sendiri, tapi dia merasa sendiri, dan untungnya (bahayanya, kurasa) dia bisa hidup sendiri, tanpa apapun, tanpa siapapun, sampai kapanpun.

Iya, dia, ikan itu, tidak perlu pasar. Yang dia perlu hanya sebuah troli dorong. Dia tidak perlu mulut untuk berbincang. Yang dia perlu hanya keyboard komputer untuk menulis di MSN dan email. Dia tidak perlu teman seorangpun. Yang dia perlu hanya akses internet untuk bertemu berapapun dan seperti apapun orang, di dunia maya yang imajinatif dan ilusif. Earphone adalah perlengkapan terpentingnya, untuk memisahkan bisikan dunia luar yang terlalu ribut dan merisaukan, diganti dengan nada-nada indah menghentak dari sekotak kecil gadget keluaran terbaru yang bisa menyimpan ribuan lagu yang belum tentu habis didengarkan, bahkan untuk seumur hidup. Dia tidak perlu lagi teman bermain congklak atau gobak sodor. Yang dia perlu hanyalah ruang sempit untuk bisa sendiri.

Ikan itu, bahkan merasa tidak perlu air lagi; air yang membuatnya tidak punya waktu untuk benar-benar merasa sendirian. Ikan tolol.

dsc_5002.jpg

Sayangnya, dia juga cukup deskriptif untuk menggambarkan sesuatu.

“Memasak itu gampang!!” Sungguh kata-kata yang sangat optimistis yang sayangnya keluar dari bibir mungil seorang gadis yang tidak bisa mengiris bawang tipis-tipis.

Akhirnya, kini aku memiliki lebih banyak lagi alasan untuk suatu waktu kembali ke kota ini, membuka-buka lagi catatan kenangan yang pernah dengan malu-malu kucoretkan di ujung-ujung jalan kota yang sejuk ini. Dan kuharap, dia bersedia menemani perjalananku ketika kelak aku singgah di kota ini, berjuang keras untuk mengumpulkan keping-keping masa laluku yang terserak.

csc_5041.jpg

Temanku ini sedang tidak bisa tidur malam ini, tanpa alasan yang jelas. Kasihan ya dia. Dia ingin keluar dari kamarnya, menuruni tangga, mengetuk salah satu pintu koridor, mengucapkan selamat malam dan selamat tidur, lalu mengambil sepedanya, mengayuh sampai selatan kota, dan menanti pagi di bangku panjang, menikmati angin dini hari.

Advertisements

Actions

Information

3 responses

20 03 2008
masboi

aku tahu teman yang kamu ceritakan itu. nama aslinya sujiman. waktu kecil dia sering mencret-mencret dan setep (panas tinggi) hingga nyaris koit. akhirnya, mbahnya bilang, anak itu keberatan nama dan harus diganti. akhirnya, si dia punya nama baru: sujingman. cuma ditambahi “ng”. meski sudah diganti, ternyata tdk ada pengaruh apa-apa. pertumbuhannya lambat. perawakannya (aduh!) memelas. badannya (masyaalah!) cuma lunglit alias balung dan kulit. sebelum mati, si embah pesan supaya si cucu itu diganti nama: subalung. sejak itu teman-teman memanggilnya lung, subalung… balung asu…

btw, salam buat masnya si satria bergitar. rambutnya panjang, pintar bergitar. ganteng lagi. ckckckckc…. ah, seandainya…

5 04 2008
Frans

masboi masboi..
sok ganteng..

ajarin djembe dong

1 10 2009
Yuhda

gw termasuk salah satunya…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: