Suatu waktu, aku pernah ditertawakan seorang rekan hobi-is fotografi ketika aku menggunakan flash di siang bolong. Flash atau lampu kamera itu ya gunanya untuk alat bantu pencahayaan ketika asupan cahaya alami kurang menguntungkan, atau dalam arti kata lain, membantu memperbaikin pencahayaan (lightning, oops, lighting alami) yang kurang bagus. Oleh karena itu, flash menjadi satu onderdil di kamera yang sering dilupakan orang. Benarkah? Lalu mengapa fotografer profesional (1) ada yang di siang bolong masih saja jeprat-jepret dengan lampu flash yang segede gaban? Supaya yang difoto merasa « difoto » ?
Trik ini saya temukan sendiri ketika saya lagi ada masalah dengan seorang gadis cantik bermata biru lighting seperti terpampang dalam gambar ini. Latar belakang yang terlalu cerah membuat saya frustasi, kalau meteringnya mengacu pada muka orangnya, latar belakang pasti washed out karena over-exposure, kalau pengen latar belakang bagus, ya siap-siap hanya mendapat siluet dari sang model yang ganteng. Akhirnya, saya gunakanlah flash untuk membantu pencahayaan. Hasilnya? Lumayan. Puas, bangga.
