Menebar Cinta dan Manusia-Manusia Buta

19 02 2008

Cinta itu buta, tak kenal usia, tak mengerti tata krama, dan tentu saja sering kali tak menggunakan logika. Cinta pulalah yang kemudian membuat banyak insan putus asa. Contoh nyatanya terjadi tepat Sabtu lalu, seperti yang terekam jelas dalam sisa-sisa jepretan tanpa asa di bawah ini.

Sebut saja Lelaki Semangka, yang mencoba merayu seorang anak dara, namun apa daya, si wanita sudah tertambat hatinya pada yang lain. Tak selang berapa lama, seorang pria berambut panjang ini yang jadi korbannya. Untunglah dengan seribu-satu cara, jeratan terlarang itu bisa diurai. Akhirnya, ada juga yang membalas cintanya. Hanya saja, celakanya, itu adalah seorang pemuda desa.

dsc_4338s.jpg  dsc_4339s.jpg  dsc_4330s.jpg
Tak jauh dari kejadian aneh yang semakin mempertegas tanda-tanda akhir jaman ini, hiduplah seorang jejaka desa yang sangat modis, eksotis, dan tentu saja, penuh dengan eksentrisme dan idealisme kawula muda yang dinamis meski terkadang melankolis. Berprofesi sebagai tukang tambal ban yang sukses dan terapis RSI kenamaan di kotanya, sang pemuda tampan ini juga sesekali menyempatkan diri dalam sesi pemotretan juru poto amatiran yang buta warna, yaitu si ini. Memang akhir-akhir ini banyak orang buta bertebaran di sudut-sudut jalan, ini merupakan dampak negatif dari sinar UV yang semakin garang menerjang sisi lain dunia.
dsc_4353s.jpg  dsc_4364s.jpg  dsc_4462s.jpg

Kembali pada si Lelaki Semangka, cintanya yang akhirnya terpuruk sia-sia, memaksanya untuk pulang ke orang tuanya, seperti sebuah lirik lagu lawas, « pulangkan saja, aku pada orang tuaku ». Tanpa dinyana, dia ternyata malah melepas keputus-asaanya dengan sangat sia-sia. Bunuh diri dengan menenggelamkan diri di telaga sunyi? Ternyata tidak. Pemuda ini belum makan. Tak berapa lama kemudian, terdengar berita beberapa ekor bebek dilaporkan hilang. Selepas kenyang, Lelaki Semangka, berusaha merayu seorang gadis untuk mendapatkan sedikit uang receh untuk membayar ongkos angkot pulang ke kampungnya.
dsc_4383s.jpg  dsc_4405s.jpg

dsc_443s3.jpg

Di kampung, Lelaki Semangka melihat dunianya, tempat dimana dia seharusnya berada, tempat yang sudah membesarkan dan membentuk pribadinya, tempatnya juga mengakhiri apa yang telah dimulainya; sebuah kehidupan, sebuah kebahagiaan. [JIM]

dsc_4244.jpg


Actions

Information

3 responses

20 02 2008
masboi

aku tidak sudi menerima cintanya! huhhh!!!! ternyata dia sungguh2 buaya (pemakan bebek)!!! aku tidak sudi!!!! tidaaaakkkkkk!!!!!

20 02 2008
cherfrans

bagaimanapun kalian sudah dijodohkan dan undangan sudah disebar.. jangan mempermalukan keluarga…

26 02 2008
awangmaharijaya

Mas boy kok gitu??? hiks hiks

Leave a comment